Penyebab Timor Timur Memisahkan Diri dari Indonesia


Timor Leste merupakan negara bekas jajahan Portugis yang sempat menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan nama Timor Leste, ketika masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Selang 23 tahun bergabung dengan Indonesia, Timor Timur akhirnya memutuskan untuk merdeka dengan nama Timor Leste, setelah Presiden BJ Habibie memerintah.

Sejarah Bergabungnya Timor Timur ke Indonesia

Timor Timur merupakan wilayah yang telah dikuasai oleh Portugis selama kurang lebih 450 tahun.
Pada tahun 1509 para pedagang dari Portugis tiba di Timor Leste hingga tahun 1511. Seperti Belanda di Indonesia, para pedagang asal Eropa ini awalnya datang demi rempah-rempah.

Namun, lama kelamaan Portugis mengambil alih kekuasaan dan menjajah wilayah tersebut pada pertengahan tahun 1520. Selama kekuasaan Portugis, Timor Leste dikenal dengan nama Timor Portugis.

Sementara itu, Belanda yang menguasai Indonesia mencoba untuk menguasi wilayah jajahan Portugis tersebut, sehingga perebutan wilayah tak terelakkan.

Untuk menyelesaikan masalah ini, kemudian dibuatlah perjanjian pembagian wilayah Timor Leste, yaitu Portugis menyerahkan wilayah barat pulau ke tangan Belanda, sementara mereka berkuasa di bagian Timur wilayah tersebut.

Tak hanya Belanda, Jepang juga sempat menjajah Timor Timur pada tahun 1942 hingga 1945. Setelah Jepang menyerah kalah pada perang dunia kedua, Portugis kembali mengambil alih kembali kekuasaan.

Berselang beberapa tahun berada dalam kendali Portugis, pada tahun 1975, rakyat Timor Timur melakukan perlawanan besar hingga terjadi kudeta militer.

Kekuasaan Portugis akhirnya berakhir dari negara tersebut. Kemudian partai politik besar di sana, FRETILIN (Frente Revolucionária do Timor Leste Independente) Front Revolusioner untuk Timor Timur Merdeka, mendeklarasikan kemerdekaan Timor Leste pada 28 November 1974.

Tak lama setelah itu, pada awal bulan Desember, pasukan Indonesia menyerbu dan menduduki daerah tersebut. Pada 1976, Indonesia menyatakan jika Timor Leste menjadi bagian negara Indonesia sebagai Provinsi Timor Timur.

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pembangunan di Timor Leste, tetapi ada golongan yang tidak puas dan melakukan tindakan separatis.

Ketidakpuasan ini kemudian memicu konflik besar dengan pemerintah Indonesia. Hingga menjadikan Timor Timur Daerah Operasi Militer (DOM).

Selain konflik, wilayah Timor Timur ini juga dilanda kelaparan dan penyakit. Diyakini jika hampir seperempat penduduk wilayah tersebut meninggal dunia dalam rentang tahun 1976-1999.

Menanggapi hal ini, Amerika Serikat melalui PBB kemudian mendesak Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada Timor Leste untuk menentukan apakan Timor Leste tetap menjadi bagian Indonesia atau merdeka.

Pemerintah Indonesia dibawah arahan BJ Habibie kemudian mengadakan referendum atau jejak pendapat. Hasilnya mayoritas rakyat Timor Timur memilih merdeka.

Hingga pada tahun 1999, Timor Timor resmi berpisah dari Indonesia dan bendera merah putih pun diturunkan dari wilayah itu.

Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste dan memilih Xanana Gusmao sebagai Presiden Pertama. 

Setelah merdeka, pemerintah Timor Leste berusaha memutuskan segala hubungan dengan Indonesia antara lain dengan mengadopsi Bahasa Portugis sebagai bahasa resmi dan menggunakan mata uang dolar AS sebagai mata uang resmi.

Meski ada pertikaian di masa lalu, Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan Timor Leste. Bahkan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar negara ini.

Wilayah Timor Leste

Provinsi Timor Timur terletak di antara 123° - 127° BT dan antara 8° - 10° LS.

Terletak di ujung timur dari rangkaian Kepulauan Nusa Tenggara, wilayah ini berbatasan dengan Selat Wetar dan Selat Ombai di sebelah utara, Laut Banda dan Maluku di sebelah timur, Laut Timor dan Australia di sebelah selatan, serta Nusa Tenggara Timur di sebelah barat.

Wilayah Timor Timur meliputi areal seluas 14.609,38 km², yang terdiri atas sebagian Pulau Timor bagian timur, Pulau Kambing atau Atauro, Pulau Jaco, dan sebuah eksklave di Timor Barat (Kabupaten Ambeno) yang dikelilingi oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sudah tahukan alasan lengkap Timor Timur memurutuskan untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar